Pages

Ads 468x60px

Rabu, 20 November 2013

Pencegahan Omphalitis Untuk Menekan Kematian

Pencegahan Omphalitis Untuk Menekan Kematian

Pencegahan Omphalitis Untuk Menekan Kematian.
Penyebab utama peningkatan kematian anak ayam (DOC) minggu pertama adalah omphalitis, atau infeksi kuning telur lewat navel, yang biasa dikenal dengan “mushy chick disease” dan “penyakit pusar”.
Beberapa bakteri terkait dengan kasus tersebut seperti coliform, Staphylococcus, Stretococcus dan Proteus. Kematian umumnya dimulai sejak 24 jam setelah menetas dan puncaknya terjadi pada 5 sampai 7 hari. Level kematian mencapai 5 sampai 10 % adalah jarang terjadi, menjadikan Omphalitis adalah tantangan yang harus dihadapi setelah anak ayam menetas.
Anak ayam yang terinfeksi akan terlihat murung dengan kepala tertunduk. Pembedahan post mortem terlihat perubahan warna pada navel dan inflamasi yolk sac (kuning telur) dengan pembuluh darah yang menggelembung, biasanya bersamaan dengan bau tidak enak. Ayam yang terlihat “mushy” atau demam mengindikasi adanya odema sub kutan.
Bila terjadi Omphalitis, maka telah terjadi rute masuknya bakteri penyebab ke dalam yolk sac.
Anak ayam tidaklah terlahir dalam kondisi lingkungan yang steril. Kemungkinan terjadinya Omphalitis akan lebih besar bila terjadi letusan telur di mesin tetas, atau jika keranjang hatcher tidak bersih dan tidak terdesinfeksi sempurna saat transfer. Potensi infeksi ini dapat ditekan dengan efektif melalui praktek higienitas yang baik.
Pada inkubasi yang optimal, secara normal anak ayam akan menetas dan lubang pusar (navel) tertutup dengan baik. Pada beberapa kasus, walaupun navel masih terbuka, maka navel tersebut akan tertutup secara alami selama 2 jam hingga bulu anak ayam mengering. Pada kondisi ini, insiden Omphalitis sangat minimal.
Ketika navel tampak ada kelainan, itu akan menjadi tempat masuknya bakteri. Nutrisi dalam yolk dan kombinasi suhu tubuh anak ayam akan menyebabkan perbanyakan bakteri secara cepat. Imunitas yang diturunkan dari induk belum cukup mampu menghadapi serangan dari bakteri karena sistem internal imunitas-nya belum berkembang sempurna.
Ada beberapa penjelasan meningkatnya kejadian kelainan navel. “Black button” pada navel terjadi karena setting suhu inkubator terlalu tinggi, khususnya selama siklus akhir di mesin hatcher. Sedangkan suhu inkubator yang terlalu rendah akan menyebabkan penutupan lubang navel yang tidak sempurna.
Kelembaban relatif yang terlalu tinggi selama di mesin hatcher menyebabkan terjadinya penurunan berat yang tidak cukup. Hasilnya, cadangan yolk sac terlalu lebar dan menghalangi penutupan navel secara sempurna. Sebaliknya, ketika kelembaban terlalu rendah, yolk sac mengalami dehidrasi dan menjadi keras serta dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang sensitif di sekitar navel.
Jika telur terlalu lama di simpan dalam holding room sebelum dimasukkan mesin setter, anak ayam dengan kondisi black navel tercatat lebih banyak, mengindikasikan navel tidak sempurna tertutup saat di mesin hatcher.
Penggunaan antibiotik untuk mencegah omphalitis merupakan solusi yang tidak sesuai dan sebaiknya tidak disarankan.
Beberapa hal yang dapat disarankan :
1.
Mengupayakan kondisi yang higienis sejak dari sarang bertelur hingga ke mesin setter, untuk meminimalisasi insiden telur tetas kontaminasi.
2.
Mencegah terjadinya telur lembab (misal dengan membasuh kerabang telur), karena ini akan menyebabkan penetrasi bakteri ke dalam telur.
3.
Bersihkan dan desinfeksi setter dan hatcher, egg tray, keranjang, peralatan transfer setiap selesai penggunaan.
4.
Pastikan keranjang hatcher kering sempurna sebelum proses transfer, untuk meminimalisasi resiko penetrasi bakterial melalui pori-pori.
5.
Perlu dipertimbangkan perlakuan fumigasi pada mesin hatcher setelah proses transfer dari batch yang terjadi ledakan telur.
6. Targetkan untuk memproduksi anak ayam tanpa kerusakan navel dengan mengoptimalkan kondisi inkubator sesuai dengan status breed, umur induk dan durasi penyimpanan telur dalam sebuah Standar Operasional Prosedur yang baku.
7.
Buka jendela mesin hatcher sesempit mungkin dan jangan lakukan pull chick anak ayam saat beberapa masih basah, karena ini cenderung masih memiliki sedikit pusar yg terbuka.
8.
Perlakukanlah anak ayam dalam kondisi suasana yang optimal segera setelah pull chick hingga anak ayam di tebar di brooder dan hindari kondisi yang dingin dan terlalu panas yang akan menghambat penyerapan kuning telur dan penurunan status imunitas.
9.
Tingkatkan rangsangan agar anak ayam dapat makan lebih banyak segera setelah tiba di kandang untuk mempercepat penyerapan sisa kuning telur.
10.
Berikan kondisi brooding yang sesuai dengan terget temperatur khususnya 3 hari pertama

Perubahan Warna Kotoran Ayam

Perubahan Warna Kotoran Ayam | Kotoran ayam normal terdiri atas material berwarna agak gelap dan ada kristal asam urat berwarna putih di atasnya.
Beberapa perubahan berikut mungkin terjadi di lapangan dan dapat dijadikan petunjuk untuk mengetahui permasalahan yang terjadi, yaitu :1.
Droppings with blood atau Kotoran + darah = coccidiosis
2.
Greenish droppings atau kotoran hijau = fase akhir dari gejala cacingan, atau terlambat makan sehingga cairan empedu masuk ke pencernaan, atau ayam banyak makan bahan makanan berwarna hijau pada ayam sistem free range.
3.
White, milky runny droppings atau kotoran putih seperti susu dan berair = cacingan, coccidiosis, Gumboro
4.
Brown runny droppings atau kotoran cair berwarna coklat = infeksi E. Coli
5.
Clear or watery runny droppings atau kotoran berair jernih = stress, IB
6.
Yellow & foamy droppings atau kotoran kuning dan berbusa = coccidiosis
7.
Grayish white & running continuously atau kotoran abu-abu dan terjadi terus menerus = vent gleet (penyakit kronis pada kloaka).
Nah, bagaimana dengan kondisi kotoran ayam di kandang Anda sekarang ?? Silahkan dicek sekarang serta dibandingkan dengan informasi di atas.
Sumber :
Jacquie Jacob, Tony Pescatore and Austin Cantor from http://www.ca.uky.edu
Issued : Feb 2011.
Ditulis di Samarinda, Kalimantan Timur 15 September 2012.
——————————
BLOG Perunggasan Indonesia mempunyai harapan untuk menjadi Pintu Gerbang Informasi Bisnis Perunggasan di Indonesia. Andapun dapat turut berbagi informasi sebagai kontributor di BLOG tersebut.

Minggu, 13 Oktober 2013

Fase Grower Ayam Petelur 99 Hari

Fase Grower Ayam Petelur  99 Hari. ayam petelur sudah masuk usia 12-13 minggu. Pada usia ini ayam bisa dikatakan awal persiapan bertelur, sehingga ayam mulai diberi vitamin dan antibiotic yang lebih banyak seperti vita stress dan trimezyn, dengan maksud adalah untuk menambah daya tahan tubuh ayam serta mencegah ayam menjadi stress.


Berikut adalah gambar ayam petelur
 ayam petelur









Kandang ayam pada masa grower

Kandang ayam masa grower (kandang baterray) 

Merupakan kandang yang berbentuk sangkar empat persegi panjang yang disusun berderet-deret memanjang bertingkat dua ataupun bertingkat tiga, dan setiap sangkar (ruangan) dapat menampung satu ekor ayam. Lantai kandang merupakan bilah-bilah bambu atau kawat yang disusun tidak rapat agar kotoran ayam dapat langsung jatuh ke tanah. Ukuran luas sangkar kandang untuk satu ekor ayam adalah panjang 25 cm, lebar 25 - 30 cm, dan tinggi 40 - 45 cm. Pintu kandang terletak dibagian depan, pada sisi yang berukuran 40 - 45 cm x 25 - 30 cm. Model kandang ini paling sesuai dan efektif untuk daerah tropis yang panas dan lembab seperti di Indonesia, serta cocok untuk lahan yang sempit.

Beberapa keuntungan kandang model ini adalah sebagai berikut:
  1. Lebih menghemat tempat dan dapat dibuat bertingkat.
  2. Produktifitas masing-masing ayam dapat diketahui.
  3. Pengawasan kesehatan ayam lebih terjamin.
  4. Penyebaran atau penularan penyakit lebih luas dapat dicegah.
  5. Energi yang dikeluarkan lebih sedikit, sehingga ayam dapat berproduksi maksimal.
  6. Mencegah kerusakan telur pada kerusakan.
  7. Mencegah terjadinya kanibalisme.
  8. Memudahkan pemeliharaan seperti pemberian pakan, minum dan lain-lain.
  9. Memudahkan dalam pengambilan telur.

Berikut adalah gambar kandang ayam masa grower (baterray):
Kandang Baterray Bersusun Tiga

Kandang Baterray Yang Memanjang

Tempat Pakan Dan Minum Pada Kandang Baterray

Tampak Depan Kandang Baterray Yang Bersusun Tiga

Proses Makan Dan Minum Ayam

Sangkar Ayam Tampak Depan

Sangkar Ayam Tampak Depan

Proses Makan Ayam Masa Grower Pada Kandang Baterray

Pindah Kandang Ayam Petelur

Pindah Kandang Ayam Petelur

Selama hidupnya, ayam petelur biasanya menempati setidaknya 2 tipe kandang , yaitu kandang pembesaran (kandang masa starter sampai grower) dan kandang produksi (kandang baterai). Oleh karena itu pada waktu tertentu ayam petelur akan mengalami pindah kandang. Keberhasilan manajemen pindah kandang ini akan mempengaruhi tingkat produktivitas ayam. Ayam petelur yang dipindah kandang mendekati masa produksi kurang dari 2 minggu dapat mengganggu produksi telur dan puncak produksi mundur. Hal ini disebabkan ayam stres dan dipaksa beradaptasi dengan kondisi kandang yang baru. Keadaan ini akan memberikan konsekuensi ayam "menunda" produksi telurnya. Manajemen pindah kandang harus dilakukan secara baik, mulai dari persiapan sebelum pindah kandang, treatment pada ayam yang akan dipindah maupun perlakuan saat di kandang baru.

Manajemen Pindah Kandang

Kesuksesan manajemen pindah kandang dipengaruhi oleh keberhasilan persiapan kandang, pelaksanaan pindah kandang dan juga perlakuan setalah menempati kandang baru.

1. Persiapan Pindah Kandang
Persiapan sebelum pindah pindah kandang meliputi persiapan kandang baru menerima ayam dan kondisi ayam saat dipindah. Seperti halnya persiapan kandang sebelum chicks-in, pembersihan dan desinfeksi kandang dan peralatan menjadi hal penting yang harus dilakukan
    • Kandang yang akan ditempati harus sudah dibersihkan dengan pembersihan kering (disapu), menggunakan air (jetspray), penggosokan dengan sabun, dan juga setelah dikeringkan perlu disemprot dengan desinfektan, kemudian didiamkan selama 14 hari (masa kosong kandang).
    • Peralatan kandang seperti paralon tempat ransum dan air minum harus dibersihkan dan didesinfeksi.
    • Kondisi kandang dan peralatan harus diperiksa dan dipastikan berfungsi optimal.
    • Penampungan air/Torn juga harus dibersihkan dan didesinfeksi.
    • Lingkungan kandang juga harus dibersihkan dan didesinfeksi, jika perlu lakukan penyemprotan dengan pestisida dan insektisida.
    • Re-chek kondisi kandang dan peralatan sebelum ditempati.

2. Saat Pindah Kandang
Pelaksanaan pindah kandang sebaiknya dilakukan dengan tepat dan cepat. Jika terlambat (ayam mulai berproduksi telur) dan prosesnya lama, stres yang dialami ayam lebih tinggi. Akibatnya proses produksi telur lambat bahkan dapat muncul kematian.
    • Penangkapan ayam dilakukan secara hati-hati pada waktu yang tepat, saat pagi, sore atau malam hari, saat kandang tidak panas. Hal ini untuk menekan stres yang harus dialami ayam.
    • Saat pindah kandang sebaiknya ayam tidak diberi ransum, dipuasakan agar saluran pencernaannya kosong.

3. Setelah Di Kandang Baru
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat ayam telah menempati kandang yang baru agar lebih cepat beradaptasi, antara lain:
    • Pastikan ayam mengakses air minum dengan mudah dan sesegera mungkin, setelah ayam menemukan air minum, segera berikan ransum dengan kualitas dan jumlah sesuai kebutuhan
    • Berikan tambahan pencahayaan selama 22-24 jam pada hari pertama. Setelah ayam beradaptasi dengan kandang yang baru lakukan pengurangan pencahayaan secara bertahap.
    • Lakukan pemantauan kondisi ayam secara rutin, meliputi; Tingkat konsumsi ransum, jumlah konsumsi minum, suhu dan kelembaban kandang, pertambahan berat badan yang dikontrol setiap minggu sampai ayam mencapai puncak produksi, perkembangan henday (HD) dan berat telur.

Pemantauan ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat adaptasi ayam terhadap kondisi kandang yang baru. Selain itu, bisa mengamati pencapaian target produktivitas ayam. Saat ditemukan hal kurang sesuai maka segera berikan treatment tertentu agar produktivitas kembali optimal.

Pemberian vitamin dan elektrolit, seperti vita stress atau vita strong sebelum dan sesudah pindah kandang akan membantu meningkatkan stamina tubuh ayam dan menurunkan efek stres yang ditimbulkan.

Manajemen pindah kandang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktifitas telur. Manajemen ini hendaknya diterapkan secara tepat dan cepat. Waktu atau umur pindah kandang harus diatur sedemikian sehingga ayam mampu beradaptasi dengan kondisi yang baru secara optimal dan tidak memperlambat ayam pertama kali bertelur.

Berikut ini adalah gambar proses pindah kandang ayam petelur


 Pemindahan Ayam ke Kandang Baterrai

 Kandang Baterrai Yang Siap Ditempati Ayam

 Ayam Sudah Dipindah Kandang

Proses Ayam Dipindah Kandang




Kandang Ayam Petelur Murah Berkualitas






Kandang Ayam Petelur

Bagian paling penting dalam usaha ayam petelur adalah kandang. Keberadaan kandang menjadi sangat penting karena disinilah ayam-ayam yang kita ternakan tinggal dan berproduksi. cara membangunkandang yang salah serta pemilihan lingkungan yang tidak memadai akan menyebabkan kerugian bagi peternak. oleh karena itu CV. Baubau Indojaya benar-benar serius dalam membangun kandang ayam petelur.

Adapun prinsip dasar CV. Baubau Indojaya dalam membangun kandang ayam petelur, antara lain:
1. sirkulasi udara
2. kandang harus cukup terkena sinar matahari pagi
3. Permukaan lahan peternakan

Prasarana Lain yang Diperlukan

a. Tempat bertelur
Penyediaan tempat bertelur agar mudah mengambil telur dan kulit telur tidak kotor, dapat dibuatkan kotak ukuran 30 x 35 x 45 cm yang cukup untuk 4–5 ekor ayam. Kotak diletakkan dididing kandang dengan lebih tinggi dari tempat bertengger, penempatannya agar mudah pengambilan telur dari luar sehingga telur tidak pecah dan terinjak-injak serta dimakan.
Dasar tempat bertelur dibuat miring dari kawat hingga telur langsung ke luar sarang setelah bertelur dan dibuat lubang yang lebih besar dari besar telur pada dasar sarang.

b. Tempat bertengger
Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.

c. Tempat makan, minum dan tempat grit
Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium atau apa saja yang kuat dan tidak bocor juga tidak berkarat. Untuk tempat grit dengan kotak khusus


Kandang ayam petelur tersebut sementara dalam proses pembuatan dan diperkirakan selesai pada bulan Januari 2013


Berikut adalah proses pembuatan kandang ayam petelur
Permukaan lahan peternakan tidak berbukit sehingga tidak mengganggu suasana kandang. Tanahnya tidak berbukit sehingga tidak menghambat ventilasi kandang sehingga tidak membahayakan aliran air permukaan jika turun hujan. Aliran air tanah dapat diatasi sehingga kondidi kandang tidak lembab


Sirkulasi udara di peternakan, terutama di areal yang akan dibangun kandang perlu mendapatkan perhatian yang serius. Udara dalam kandang yang pengap dan bau akan menurunkan produksi. Dalam hal ini yang terpenting adalah keluarnya karbon dioksida dan bau amoniak yang dapat mengganggu kesehatan ayam

Kandang harus cukup terkena sinar matahari pagi namun diusahakan agar kandang tidak sampai terkena sinar matahari sepanjang hari. Walaupun arah jendela kandang menghadap ke arah timur atau barat, penggunaan sistem atap lebar diyakini mampu menghindari pangangan matahari sepanjang hari. Sinar matahari ini sangat berguna untuk mencegah kelembapan yang terlalu tinggi



 Lantai untuk sistem kandang seperti ini terdiri atas bambu dengan lubang-lubang diantaranya. Lubang-lubang ini gunanya untuk memudahkan pembuangan tinja ayam dalam kandang
 Lantai kandang ayam petelur CV. Baubau Indojaya terbuat bahan bambu

Pencegahan Omphalitis Untuk Menekan Kematian

Pencegahan Omphalitis Untuk Menekan Kematian.
Penyebab utama peningkatan kematian anak ayam (DOC) minggu pertama adalah omphalitis, atau infeksi kuning telur lewat navel, yang biasa dikenal dengan “mushy chick disease” dan “penyakit pusar”.
Beberapa bakteri terkait dengan kasus tersebut seperti coliform, Staphylococcus, Stretococcus dan Proteus. Kematian umumnya dimulai sejak 24 jam setelah menetas dan puncaknya terjadi pada 5 sampai 7 hari. Level kematian mencapai 5 sampai 10 % adalah jarang terjadi, menjadikan Omphalitis adalah tantangan yang harus dihadapi setelah anak ayam menetas.
Anak ayam yang terinfeksi akan terlihat murung dengan kepala tertunduk. Pembedahan post mortem terlihat perubahan warna pada navel dan inflamasi yolk sac (kuning telur) dengan pembuluh darah yang menggelembung, biasanya bersamaan dengan bau tidak enak. Ayam yang terlihat “mushy” atau demam mengindikasi adanya odema sub kutan.
Bila terjadi Omphalitis, maka telah terjadi rute masuknya bakteri penyebab ke dalam yolk sac.
Anak ayam tidaklah terlahir dalam kondisi lingkungan yang steril. Kemungkinan terjadinya Omphalitis akan lebih besar bila terjadi letusan telur di mesin tetas, atau jika keranjang hatcher tidak bersih dan tidak terdesinfeksi sempurna saat transfer. Potensi infeksi ini dapat ditekan dengan efektif melalui praktek higienitas yang baik.
Pada inkubasi yang optimal, secara normal anak ayam akan menetas dan lubang pusar (navel) tertutup dengan baik. Pada beberapa kasus, walaupun navel masih terbuka, maka navel tersebut akan tertutup secara alami selama 2 jam hingga bulu anak ayam mengering. Pada kondisi ini, insiden Omphalitis sangat minimal.
Ketika navel tampak ada kelainan, itu akan menjadi tempat masuknya bakteri. Nutrisi dalam yolk dan kombinasi suhu tubuh anak ayam akan menyebabkan perbanyakan bakteri secara cepat. Imunitas yang diturunkan dari induk belum cukup mampu menghadapi serangan dari bakteri karena sistem internal imunitas-nya belum berkembang sempurna.
Ada beberapa penjelasan meningkatnya kejadian kelainan navel. “Black button” pada navel terjadi karena setting suhu inkubator terlalu tinggi, khususnya selama siklus akhir di mesin hatcher. Sedangkan suhu inkubator yang terlalu rendah akan menyebabkan penutupan lubang navel yang tidak sempurna.
Kelembaban relatif yang terlalu tinggi selama di mesin hatcher menyebabkan terjadinya penurunan berat yang tidak cukup. Hasilnya, cadangan yolk sac terlalu lebar dan menghalangi penutupan navel secara sempurna. Sebaliknya, ketika kelembaban terlalu rendah, yolk sac mengalami dehidrasi dan menjadi keras serta dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang sensitif di sekitar navel.
Jika telur terlalu lama di simpan dalam holding room sebelum dimasukkan mesin setter, anak ayam dengan kondisi black navel tercatat lebih banyak, mengindikasikan navel tidak sempurna tertutup saat di mesin hatcher.
Penggunaan antibiotik untuk mencegah omphalitis merupakan solusi yang tidak sesuai dan sebaiknya tidak disarankan.
Beberapa hal yang dapat disarankan :
1.
Mengupayakan kondisi yang higienis sejak dari sarang bertelur hingga ke mesin setter, untuk meminimalisasi insiden telur tetas kontaminasi.
2.
Mencegah terjadinya telur lembab (misal dengan membasuh kerabang telur), karena ini akan menyebabkan penetrasi bakteri ke dalam telur.
3.
Bersihkan dan desinfeksi setter dan hatcher, egg tray, keranjang, peralatan transfer setiap selesai penggunaan.
4.
Pastikan keranjang hatcher kering sempurna sebelum proses transfer, untuk meminimalisasi resiko penetrasi bakterial melalui pori-pori.
5.
Perlu dipertimbangkan perlakuan fumigasi pada mesin hatcher setelah proses transfer dari batch yang terjadi ledakan telur.
6. Targetkan untuk memproduksi anak ayam tanpa kerusakan navel dengan mengoptimalkan kondisi inkubator sesuai dengan status breed, umur induk dan durasi penyimpanan telur dalam sebuah Standar Operasional Prosedur yang baku.
7.
Buka jendela mesin hatcher sesempit mungkin dan jangan lakukan pull chick anak ayam saat beberapa masih basah, karena ini cenderung masih memiliki sedikit pusar yg terbuka.
8.
Perlakukanlah anak ayam dalam kondisi suasana yang optimal segera setelah pull chick hingga anak ayam di tebar di brooder dan hindari kondisi yang dingin dan terlalu panas yang akan menghambat penyerapan kuning telur dan penurunan status imunitas.
9.
Tingkatkan rangsangan agar anak ayam dapat makan lebih banyak segera setelah tiba di kandang untuk mempercepat penyerapan sisa kuning telur.
10.
Berikan kondisi brooding yang sesuai dengan terget temperatur khususnya 3 hari pertama

Perubahan Warna Kotoran Ayam

Perubahan Warna Kotoran Ayam | Kotoran ayam normal terdiri atas material berwarna agak gelap dan ada kristal asam urat berwarna putih di atasnya.
Beberapa perubahan berikut mungkin terjadi di lapangan dan dapat dijadikan petunjuk untuk mengetahui permasalahan yang terjadi, yaitu :1.
Droppings with blood atau Kotoran + darah = coccidiosis
2.
Greenish droppings atau kotoran hijau = fase akhir dari gejala cacingan, atau terlambat makan sehingga cairan empedu masuk ke pencernaan, atau ayam banyak makan bahan makanan berwarna hijau pada ayam sistem free range.
3.
White, milky runny droppings atau kotoran putih seperti susu dan berair = cacingan, coccidiosis, Gumboro
4.
Brown runny droppings atau kotoran cair berwarna coklat = infeksi E. Coli
5.
Clear or watery runny droppings atau kotoran berair jernih = stress, IB
6.
Yellow & foamy droppings atau kotoran kuning dan berbusa = coccidiosis
7.
Grayish white & running continuously atau kotoran abu-abu dan terjadi terus menerus = vent gleet (penyakit kronis pada kloaka).
Nah, bagaimana dengan kondisi kotoran ayam di kandang Anda sekarang ?? Silahkan dicek sekarang serta dibandingkan dengan informasi di atas.
Sumber :
Jacquie Jacob, Tony Pescatore and Austin Cantor from http://www.ca.uky.edu
Issued : Feb 2011.
Ditulis di Samarinda, Kalimantan Timur 15 September 2012.
——————————
BLOG Perunggasan Indonesia mempunyai harapan untuk menjadi Pintu Gerbang Informasi Bisnis Perunggasan di Indonesia. Andapun dapat turut berbagi informasi sebagai kontributor di BLOG tersebut.

Mengapa Antibiotik digunakan padahal ayam tidak sakit ??

Mengapa Antibiotik digunakan padahal ayam tidak sakit ??
Di awal Januari 2013, sebuah diskusi singkat telah terjadi di Group BBM Peternak Layer Nusantara. Diskusi berkaitan dengan penggunaan antibiotik pada ayam yang tidak sakit. Berikut detail diskusi tersebut semoga dapat menambah wawasan bersama..
Ayam tidak sakit
From Group: P L N
Messages
———-
** Jan 7 Mon 08:53 **
Agus Bakrie Sudharnoko: Kenapa masih banyak peternak yg menggunakan antibiotik saat ayam tdk sakit, dengan alasan utk pencegahan….?

** Jan 7 Mon 09:09 **
-Denbagus Sopyan: Jawaban : karena masih banyak sugesti dari “bakul” bahwa pencegahan dilakukan dengan obat.

** Jan 7 Mon 09:37 **
TƦǐǒ˘ƫƴơ @trio86: Harusny pk vitamin ya pak?

** Jan 7 Mon 09:39 **
Agus Bakrie Sudharnoko: ••Ъ膆ћµ Ĺ• • ♣:D☀ mas….sugesti shg T¡ðü® jd nyenyak…

** Jan 7 Mon 09:41 **
Agus Bakrie Sudharnoko: Vitamin sangat dibutuhkan tubuh, tp kebutuhannya pun sangat sedikit, kalau berlebih di buang oleh tubuh. Kecuali vit A,D,E dan K…sebagian dpt disimpan pada lemak

** Jan 7 Mon 09:41 **
-Denbagus Sopyan: Penyebab sakit itu ada dari :
1. Akibat virus
2. Akibat bakteri
3. Akibat parasit (internal/eksternal)

Cara mencegah dari tiap sumber penyakit itu :
1. Harus melalui vaksinasi + biosecurity 2. Harus mengurangi potensi sumber bakteri (misal sekam jangan lembab, kotoran jangan becek, pakan jangan berjamur, gudang jangan bocor) 3. Harus pakai air minum yang kualitas mikrobiologinya rendah. Cek lah kualitas air minimal setahun sekali.

Urutan no di atas sesuai dengan urutan sumber penyakit

Demikian diskusi singkat yang terjadi.
=====================
*. Kondisi riil di lapangan

Ayam yang harus ikuti kita...!

Ayam yang harus ikuti kita ? Bukan ayam yang harus ikuti kita, tetapi kitalah yang harus ikuti ayam. Barangkali demikian kalimat filosofis yang akhirnya muncul manakala kita terjun ke dalam dunia bisnis di bidang perunggasan. Secara pribadi saya ingin mengatakan bahwa bisnis di bidang “Perayaman” adalah bisnia “menerima manfaat” dari ayam bukan bisnis “mengekploitasi ayam”.

Sesungguhnya, ayam-lah yang menjadi boss kita. Bila kita memberi semua kebutuhan ayam dan ayam merasa puas dan nyaman maka ayam petelur  akan tumbuh berkembang dan berpoduksi dengan maksimal. Dengan begitu, ayam akan memberikan hasil keuntungan yang bagus untuk kita.

Mari kita ulas contoh situasi seperti pada gambar di atas. Tidak cukup adil bila kita berharap hasil yang maksimal dari ayam apabila kita menempatkan ayam petelur  dengan kondisi tempat minum seperti itu. Ayam mengalami kesulitan saat akan mengkonsumsi air minum. Saya berfikiran positif, mungkin si pemilik cukup telaten akan membantu menyuapi satu per satu ayam bila ayam mengalami kesulitan minum. Tapi rasanya pikiran positif tersebut adalah pikiran konyol dan cenderung -maaf- sinis dan bodoh.

Foto tersebut adalah kebaikan dari seorang rekan yang tidak dapat disebutkan namanya yang telah berkenan untuk berbagi. Dari foto tersebut saya mencoba mengajak kepada kita semua untuk berbuat adil juga terhadap ayam-ayam yang kita miliki. Ayam-ayam tersebut adalah aset usaha yang kita miliki yang kita berharap mendapat manfaat banyak dari hasil produksinya. Oleh karena itu, berikanlah apa yang ayam petelur  butuhkan dan tunggulah nanti ayam akan memberikan apa yang kita butuhkan.

Rabu, 19 Desember 2012

Aneka Kandang Ayam Broiler









PROBLEMATIKA PENYAKIT NGOROK/ CRD

BUKTI PENGGUNAAN PRODUK FEDCO SIERRA (RHPP) PADA TERNAK BROILER

Penyediaan Kandang Ayam Potong

Sistem Pembuatan Kandang Ayam Broiler

  • Kandang Khusus untuk DOC
    Anak ayam umur 1 hari hingga 2-3 minggu dipelihara dalam kotak boks atau bangunan khusus untuk bibit ayam broiler (brooder house). Bisa pula dengan membuatkan kandang mini (chick guard) berbentuk kotak atau lingkaran yang alasnya bisa mempergunakan terpal atau plastik, sedangkan dinding pembatasnya (setinggi 70-80 cm) bisa dibuat dari tripleks, kayu, atau lembaran seng, dan dilamnya dilengkapi dengan alat pemanas/indukan yang dinyalakan setiap saat atau 24 jam sehari, namun setelah umur diatas seminggu hanya dihidupkan pada malam hari saja. Fungsi pemanas ini adalah untuk menjaga agar anak ayam selalu berada dalam suhu ruangan yang ideal, yakni sekitar 33-35 C, tapi semakin bertambah umur suhu ruangan akan semakin diturunkan. Setelah berumur di atas 2-3 mingu, anak ayam kemudian dipindahkan ke kandang yang lebih besar.

    Saat ini, sebagian dari peternak lebih senang menempatkan anak ayam yang masih muda pada kandang dengan sistem kandang seumur hidup. jadi, anak ayam akan dipelihara di kandang tersebut hingga saatnya dipanen, dan tidak akan dipindahkan kecuali akan dilakukan penjarangan, yakni mengambil sebagian anak ayam umur sekitar 28 hari (4 minggu) untuk dimasukkan ke kandang lain karena kandang tersebut sudah tidak lagi mencukupi atau terlalu sempit untuk menampung ayam-ayam yang ukurannya sudah besar.

    Keuntungan dari sistem pemeliharaan kandang seumur hidup ini lebih efektif karena peternak tidak perlu menangkap semua ayam untuk dipindahkan ke kandang lain dan ayam pun sedikit terhindar dari stres. Syaratnya adalah ayam yang dimasukkan ke dalam kandang haruslah berumur sama. Dengan cara ini pula, nantinya ayam-ayam akan dipanen bebarengan.

  • Model kandang
    Sebagian besar kandang ayam broiler dibuat dengan model rumah gudang, yaitu kotak persegi empat dengan atap dua sisi menyamping, dan lantai yang rendah terutama karena mempergunakan sistem alas litter. Namun, beberapa kandang ayam broiler model terbaru dibuat dengan konsep seperti rumah panggung, dengan menerapkan sistem lantai renggang atau alas berlubang, di mana jarak terendah lantai dari tanah sekitar 100-170 cm. Dengan model panggung ini, maka kotoran ayam dan sisa pakan maupun air minum yang tumpah akan langsung turun ke bawah lantai sehingga tidak terlalu mengotori lantai dan mudah untuk dikumpulkan atau dibersihkan.

    Untuk menyikapi terbatasnya lahan, ada juga peternak yang memakai kandfang baterai atau cage (sangkar), yakni kandang dengan bentuk kotak memanjang dimana setiap ekor ayam dimasukkan dalam satu kandang kecil dan masing-masing kandang sudah dilengkapi dengan tempat air minum dan pakan. Hanya saja, sekalipun juga bisa dipakai untuk ayam pedaging, namun kandang baterai ini memang lazim dipakai pada ayam petelur. Perbedaannya, kandang baterai untuk ayam broiler tidak menyertakan tempat penadah telur dan lantainya dibuat datar dengan sistem lantai jarang.

  • Bahan pembuat kandang
    Kandang harus dibuat dari bahan yang kuat, tahan lama, namun sebisa mungkin tetap menggunakan bahan yang harganya relatif murah. Untuk bagian tiangnya bisa memakai balok kayu seperti kayu gelugu (batang pohon kelapa). Untuk penyangga atapnya bisa dari bilah bambu atau lembaran kayu. Sedangkan untuk dindingnya bisa memakai anyaman bilah bambu atau kawat kasa. Untuk sekat-sekat kandangnya bisa memakai bilah bambu, lembaran seng, atau lembaran triplek.

  • Atap dan bentuk atap
    Atap kandang sebaiknya mempergunakan bahan-bahan yang tidak menhantarkan panas seperti genting, rumbia, ataupun anyaman daun kelapa. Paling disarankan adalah memakai atap dari genting karena tidak mudah bocor, tahan lama, daya refleksi terhadap panas matahari cukup bagus, dan tidak menjadi sarang tikus sebagaimana bila menggunakan atap dari daun kelapa. Namun, bila menggunakan atap dari bahan yang bisa menghantarkan panas seperti seng, maka di bawahnya dilapisi dengan bahan-bahan yang bisa menyerap panas seperti bambu atau kayu.

    Atap ditata dengan kemiringan tertentu agar suhu kandang tidak terlalu panas. Selain itu, bentuk atap bisa dibuat ganda dengan lubang angin yang disebut dengan sistem monitor dengan tujuan agar pertukaran udara di dalam kandang lebih terjaga. Namun, bisa juga dengan memakai sistem atap tunggal dengan lubang udara yang disebut sistem semimonitor.

  • Dinding kandang
    Dinding kandang bisa dibuat sistem semiterbuak agar pertukaran udara dalam kandang bisa berjalan dengan baik sehingga bau kotoran atau pakan bis akeluar atau berganti dengan udara segar. Bahan yang dipergunakan untuk dinding kandang pada bagian bawah (dinding gedhek), sedangkan bagian atasnya dibuat dari potongan bambu yang dibelah atau dihaluskan, atau dengan menggunakan kawat ram. Bila menggunakan bilah bambu, jarak antara bilah satu dengan yang lain kira-kira selebar dua jari orang dewasa atau 5-6 cm, yang dipasang dalam posisi tegak berdiri. Dinding juga dilengkapi dengan tirai dari plastik atau kain, tujuannya agar bila sewaktu-waktu ada angin kencang atau hujan, tirai tersebut bisa bermanfaat sebagai pelindung.

  • Tinggi kandang
    Tinggi kandang menyesuaikan dengan besar dan luasnya kandang. Namun sebagai perbandingan, untuk iklim tropis seperti di Indonesia, kandang ayam broiler dibuat dengan ketinggian dari lantai hingga atap teratas sekitar 6-7 meter, dan dari lantai hingga atap terendah sekitar 3,5 hingga 4 meter. Untuk kandang yang dibuat dengan sistem panggung, maka tinggi kandang akan lebih tinggi sekitar 1 hingga 1,5 meter pula. Untuk lebar kandang bisa menyesuaikan kebutuhan, namun agar tidak terlalu sumpek setidaknya dibuat dengan lebar minimal 6 meter dan maksimal 8 meter. Sedangkan panjang kandang, bisa menyesuaikan lahan yang tersedia.

  • Luas dan kapasitas kandang
    Luas kandang yang akan dibangun akan menentukan kapasitas jumlah ayam yang bisa dipelihara. Untuk itu, luas kandang yang akan dibangun haruslah disesuaikan dengan rencana jumlah produksi atau jumlah ayam yang akan dipelihara. Tentu saja, semakain besar daya tampungnya akan semakin besar beban operasional maupun penanganannya. Sebagai perbandingan, luas ruangan atau tingkat kepadatan untuk pemeliharaan ayam broiler di iklim tropis seperti di Indonesia setidaknya 10 ekor/m kubik. Tingkat kepadatan ini didasarkan pada ayam broiler periode finisher (umur diatas 4 minggu).

    Pada prinsipnya, luas kandang harus sebanding dengan jumlah ayam yang dimasukkan ke dalamnya. Bila terlalu sesak, maka akan mengganggu pertumbuhan ayam lantaran konsumsi ransum menjadi berkurang, atau ayam stres karena akumulasi bau, seperti unsur amonia yang terlalu tinggi.

  • Jarak antara kandang
    Agar penanganannya lebih mudah dan risiko menularnya penyakit dari satu kandang ke kandang lainnya bisa diminimalisir, maka jarak antar kandang yang ideal minimal adalah 6-7 meter.

  • Ventilasi dan temperatur kandang
    Ayam broiler akan tumbuh baik dan optimal bila diternakkan pada temperatur lingkungan optimal bila diternakkan padsa temperatur lingkungan 19-21°C. Karena rata-rata suhu di Indonesia terbilang tinggi, maka ayam broiler menjadi terlalu banyak minum, namun nafsu makannya berkurang, di mana hal tersebut jelas tidak baik bagi ayam. Untuk itu, ventilasi dan temperatus kandang harus diatur sedemikian rupa agar pertukaran udara bagus dan ayam tidak merasa gerah atau sumpek di dalam kandang. Lubang-lubang ventilasi dibuat pada semua sisi dinding kandang, bisa dengan mempergunakan bilah-bilah bambu atau dengan menggunakan kawat ram. Untuk mendukung pertukaran udara agar lebih bagus, di dalam kandang dipasang beberapa kipas angin yang berfungsi untuk menyedot udara kotor dari kandang dan untuk menghembuskan angin segar ke dalam kandang.

  • Arah kandang
    Sanagat disarankan bila sisi konstruksi kandang selalu dibuat membujur ke arah utara dan selatan, dimana bagian atapnya menghadap timur dan barat supaya bisa terkena sinar matahari, terutama saat pagi hari. Tujuannya adalah agar kandang tidak lembab dan tidak pengap akibat sifat dan cara minum ayam. Selaiin itu, agar pertukaran udara cukup terjaga sehingga bisa mengurangi bau kotoran dan bau pakan ayam yang memang cukup tajam. Sinar matahari terutama saat pagi hari juga sangat berguna bagi ayam karena tidak terlalu panas, dan banyak mengandung sinar ultraviolet. Sinar matahari ini baik untuk membantu proses pembentukan vitamin D, sebagai disinfektan, dan mempercepat pengeringan kandang sehabis dibersihkan dengan air.

  • Lantai kandang
    Ada 3 sistem lantai kandang pada kandang ayam broiler yaitu :

    • Sistem Lantai rapat (litter)
      Sistem ini menggunakan lantai tanah yang sudah dipadatkan atau semen plester, lalu di atasnya ditaburi dengan bahan litter (alas lantai). Untuk lantai dari tanah yang dikeraskan, biasanya tanah dicampur dengan pasir dan kapur agar lebih bisa menyerap air dan menetralisir amonia. Sedangkan bahan litter yang digunakan umumnya adalah sekam padi. Selain sekam padi, juga bisa digunakan serbuk gergaji, serutan kayu yang halus, potongan kulit kacang, ataupun tongkol jagung. Pada prinsipnya, bahan alas litter yang akan digunakan adalah tidak menimbulkan debu, mudah menghisap air, mudah didapatkan, dan sebaik mungkin harganya tidak mahal.

      Semakin tebal lapisan atau alas litter, maka suhu ruangan kandang akan semakin hangat. Namun, lapisan litter yang terlalu tebal akan menambah beban kerja karyawan bilamana akan mengganti bahan litter tersebut dengan yang masih segar. Keuntungan utama dari penggunaan alas litter ini adalah ayam lebih merasa nyaman karena terhindar dari lepuh pada bagian dada atau bagian lainnya lantaran bergesekan dengan lantai. Namun, kelemahan dari penggunaan alas litter ini adalah mudah dan cepat basah sehingga bisa menimbulkan bau yang tidak sedap atau tengik. Selain itu, alas litter yang basah juga bisa mengundang berbagai bibit penyakit seperti CRD/penyakit saluran pernapasan dan snot. Untuk itulah, peternak harus rajin mengganti bahan litter dengan yang masih segar bilamana sudah terlihat basah ataupun lembab

    • Sistem lantai tenggang/alas berlubang
      Sistem lantai renggang banyak dipakai pada kandang baterai atau kandang cage (berbentuk sangkar). Lantai yang digunakan bisa terbuat dari kayu, bilah bambu atau dari kawat ram. Ukuran kerenggangan lantai sangat bergantung pada umur dan ukuran ayam yang dimasukkan. Lubang yang dihasilkan dari kerenggangan lantai harus diukur agar kaki ayam bisa langsung terjatuh ke lantai penampungan kotoran.

      Keuntungan fdari lantai renggang ini adalah keadaan lantai selalu bersih lantaran kotoran ayam akanlangsung jatuh ke tempat penampungan kotoran yang berada di bawah lantai. Selain itu, pertukaran udara akan semakin bagus karena lantai juga berfungsi sebagai lubang ventilasi.

    • Sistem alas campuran
      Sistem alas campuran merupakan perpaduan antara lantai alas litter dan alas berlubang. Bagian yang alasnya berlubang adalah untuk lokasi tempat mengotori alas litter. Sedangkan bagian yang memakai alas litter digunakan untuk tempat ayam berkumpul atau istirahat.

Budi Daya Ternak Ayam Broiler

Daging ayam pedaging adalah daging favorit di masyarakat kita. Hampir semua orang Indonesia menyukai daging ayam, ini merupakan peluang usaha yang sangat bagus ber bisnis ternak ayam potong. Akibat wabah flu burung yang juga banyak mewabah ke Indonesia, banyak para pengusaha ternak ayam potong yang bangkrut. Kandang ayam mereka terbengkalai dan untuk memulai mesih trauma dengan kerugian yang dahsyat. Saatnya sekarang ini untuk memulai kembali selagi masih banyak kandang ayam bekas yang kosong di tinggalkan pemiliknya, menyewa atau membeli kandang kandang ayam bekas ini tentu jauh lebih murah dari pada membuat sendiri.

Saat ini usaha ternak ayam potong bisa di bilang cukup mudah, bahkan di dukung penuh oleh para pemilik atau pedagang besar ( Supplayer DOC ) yang mau menyuplai semua kebutuhan mulai dari DOC ( anak ayam sehari ), pakan dan vitamin tambahan. Skema yang mereka tawarkan biasanya 50%:50% dari keuntungan bersih, dengan skema ini anda hanya menyiapkan kandang beserta alat alat untuk memelihara ayam potong. Kepercayaan dan kejujuran adalah kunci dari usaha ini, begitu juga saat anda mengangkat karyawan untuk memelihara ternak ayam potong. Banyak orang di desa ahli dalam bidang ini, namun harus pandai memilih pekerja jujur. Jujur tidaknya pekerja bisa kita ketahui dari penghitungan jumlah pakan yang di habiskan sebanding jumlah hewan ternak, menggunakan perhitungan ini bisa juga di ketahui berat ternak ayam potong tanpa perlu menimbangnya.

Langkah - Langkah Berternak Ayam Pedaging


Carilah tempat yang tanahnya kering atau bukan daerah persawahan untuk membangun kandang dengan tujuan supaya kandang tidak cepat rusak apalagi kandang yang tiang - tiangnya dibuat dari bambu akan lebih cepat rusak jika tempat kandang di letakan di tanah basah, hal ini karena kandang dari tiang bambu lebih murah, tapi bila tiang - tiang kandang dibuat menggunakan kayu kelapa tidak masalah dibangun di tempat tanah basah sebab menggunakan penyangga beton (kandang dengan tiang kayu kelapa lebih mahal walau lebih kuat).

Berusahalah mencari kandang bekas untuk dibeli, sebab berarti pernah digunakan sehingga telah diperhitungkan oleh pemilik sebelumnya bahwa tempat kandang bagus. Ketahuilah apa penyebab kandang bekas ini berhenti digunakan untuk penanggulangan, kebanyakan para peternak ayam potong yang menutup usahanya biasanya disebabkan oleh kasus flu burung. Bila penyebabnya karena kasus flu burung kandang ini baik di gunakankarena kasus flu burung mulai reda, anda mungkin membutuhkan dis'infectant untuk menseterilkan kandang sebelum di gunakan.

Bila tidak menemukan kandang bekas, bangunlah kandang untuk kapasitas isi 4000 ekor ayam. Biasanya banyak tukang ahli dalam membuat kandang yang menawarkan jasa pembuatan kandang lengkap dengan peralatan tempat pakan, penghangat, tempat air minum, dll.

Temui Supplayer DOC atau peternak pembibitan ayam potong guna diajak kerja sama dengan skema bagi hasil ini. Menggunakan skema ini akan memudahkan pengadaan kebutuhan karena Supplayer DOC biasanya akan menyediakan semua kebutuhan dan juga tidak perlu pusing memikirkan pemasaran karena mereka akan membeli hasil panen, kemudian dihitung jumlah kebutuhan yang sudah dihabiskan baru sesudah itu keuntungan dibagi.

Pada kandang kapasitas isi 4000 ekor cukup diisi 3700 ekor supaya kandang menjadi lega.
Carilah pekerja guna memberi pakan dan minuman ternak ayam potong serta memelihara sesuai dengan cara yang benar sesuai yang kita tetapkan - bisa minta tolong pada Supplayer DOC bila masih menemui kesulitan tentang cara budidaya ternak ayam potong yang benar, untuk 3700 ekor ayam membutuhkan 2 orang pekerja - setiap satu orang diupah Rp600.000,-. Usahakan agar senantiasa datang mengontrol setiap harinya walaupun cuma sebentar setiap sore pada saat ternak diberi pakan.

Cara Kerja Budidaya Ternak Ayam Potong


Sehari sebelum bibit ayam didatangkan kandang mesti sudah disiapkan, Bentangkan terpal diseluruh lantai kemudian sebarkan gabah padi di atasnya serta siapkan juga terpal atau karung yang di sambung sambung guna menutup rapat dinding kandang. Tujuannya supaya kandang tetap hangat. Lalu siapkan 40 karung pakan, satu karung pakan berat 50 kg dengan total perkiraan pakan yang di habiskan 260 karung pakan dan setiap pengiriman pakan 40 karung.

Saat bibit ayam datang siapkan triplek sebagai sekat yang dibuat melingkar dengan ketinggian 60 cm dengan diameter 4 meter, sekat ini cukup untuk menampung sekitar 600 ekor bibit ayam. Jadi untuk 3700 ekor ayam dibutuhkan enam lingkaran sekat.

Letakkan sebuah kompor penghangat (kompor khusus untuk penghangat ayam) di tengah - tengah setiap lingkaran sekat, setelah itu letakkan 15 tempat pakan - talam berdimeter 50 cm dan 8 unit tempat air minum pada setiap sekat.

Berikan pakan serta air minum setiap pagi dan sore, setiap sore air dicampur dengan obat anti stress (disediakan oleh Supplayer DOC ). Sesudah 4 atau 5 hari anak ayam diberi vaksin Ende dengan cara diteteskan pada mata ternak. Setelah itu tempat pakan (talam) diganti dengan tempat pakan khusus ayam yang ditaruh dengan digantung setinggi 2 cm dari lantai kandang serta karung sambungan penutup dinding dibuka bagian atasnya. Sekat dipelebar sesuai dengan kepadatan ternak yang semakin besar.

Di hari ke12 diberikan vaksin Rumboru yang dicampurkan pada susu skin (susu untuk pertumbuhan bulu ayam), setelah itu alas kandang / terpal dan gabah dibongkar serta kompor penghangat berhenti dipakai, lalu lingkaran sekat serta terpal penutup dinding dibuka. Kandang dibersihkan bila musim panas cukup sekali saja dibersihkan, tapi bila musim penghujan maka kandang mesti dibersihkan setiap minggu sesudah hari ke12. Sekat diganti menggunakan sekat ruang kandang dengan bambu yang di buat di setiap jarak 10 meter diberi jarak 2 cm antara bambu - bambu sekat, setiap sekat tetap berisi 600 ekor ayam, lalu tempat pakan ditambah jadi 26 unit serta digantungkan lebih tinggi jadi 6 cm dari lantai.

Di hari ke18 ayam diberi vaksin Ende yang dicampurkan pada susu skin, setiap pemberian vaksin dilakukan pada saat sore. Lalu seminggu sebelum panen yakni pada hari ke 28, obat anti stress berhenti diberikan.

Seluruh pengeluaran mulai dari jumlah pakan, obat anti stress, vaksin, harus dihitung dan dicatat untuk dijadikan data yang akan dicocokkan dengan data peternak bibit ( Supplayer DOC ) supaya penghitungan bagi hasil menjadi benar. Juga pada waktu panen seluruh ternak yang dikeluarkan untuk dijual mesti ditimbang serta dicatat untuk dijadikan data. Bila ada ayam afkir, maka penimbangan dan pendataannya di pisah karena harganya lebih murah di banding yang normal. Bila yang normal berharga Rp14.000,- per kg maka yang afkir berharga Rp10.000,-.

Panen biasanya dilakukan 6 kali dalam satu tahun. Sesudah panen kandang dibiarkan selama tiga hari menunggu hingga kotoran ayam kering baru sesudah itu dibersihkan serta kotoran ayam dikumpulkan dalam karung - karung bekas pakan dan dapat dijual seharga Rp2000,- kepada petani guna dijadikan pupuk, dalam sekali panen dapat menghasilkan 150 karung kotoran. Begitu pula dengan karung bekas pakan dapat dijual seharga Rp2000,-. Hasil dari penjualan kotoran serta karung bekas dapat menutupi ongkos air PDAM, listrik serta minyak tanah bahan bakar kompor penghangat kandang.

Perhitungan jumlah biaya yang dihabiskan serta keuntungan yang didapat
Biaya sewa tanah serta kandang yang bisa menampung 4000 ekor ayam Rp15.000.000,- per tahun.
Biaya gaji 2 orang pegawai Rp600.000,- per orang per sekali panen Rp1.200.000,- .
Biaya bibit DOC per kardus isi 100 ekor Rp370.000,- total harga 37 kardus berisi 3700 ekor bibit ayam Rp13.690.000,-(dibayar sesudah panen).

Biaya pakan per kwintal Rp265.000,- pakan yang dihabiskan sekali panen adalah 130 kwintal seharga Rp265,000,- kali 130 kwintal sama dengan Rp34.450.000,-.(dibayar sesudah panen)
Biaya 20 bungkus obat anti stress yang dihabiskan selama sekali panen adalah Rp240.000,-(dibayar sesudah panen).

Biaya 24 botol vaksin selama sekali panen Rp360.000,- (dibayar sesudah panen).
Dari 3700 ekor bibit biasanya yang dapat dipanen 3500 ekor per ekor rata-rata memiliki berat 1,5 kg, maka hasil penjualan sekali panen Rp14.000,- dikali 5250kg ( berat 3500 ekor ayam x 1.5 kg ) sama dengan Rp73.500.000,-.

Keuntungan yang diperoleh yaitu = hasil penjualan Rp73.500.000,- dikurangi jumlah total biaya pakan, bibit, obat anti stress, vaksin Rp48.740.000,- sama dengan Rp24.760.000,-.
Karena sistem kerja bagi hasil dengan penyuplai bibit dan kebutuhan 50%:50%, maka keuntungan yang didapat dibagi dua menjadi Rp12.380.000,- per sekali panen.
Modal yang harus disiapkan di awal adalah untuk pembiayaan kandang. bila menyewa kandang orang maka cukup Rp15.000.000,-/tahun. Jika menyewa tanah 10 tahun dan membangun kandang sendiri untuk isi 4000 ekor maka jumlah modal yang harus disiapkan uang sewa tanah Rp10.000.000,- plus biaya kandang Rp60.000.000,- sama dengan Rp70.000.000,-.

Pemasaran Hasil Panen Ternak Ayam Potong

Karena memakai skema kerja sama bagi hasil maka pemasaran hasil panen sudah diurus oleh Supplayer DOC sehingga kita tidak usah memikirkan pemasaran.

Sungguh mengherankan jika melihat fakta bahwa masih banyak penduduk negeri ini yang hidup di bawah garis kemiskinan. Padahal negara kita memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah. Mungkin karena sangat jarang yang memanfaatkan kekayaan alam kita, termasuk pemerintah yang tidak memperdulikan rakyatnya yang didesa yang membutuhkan modal untuk mengelola kekayaan alam mereka. Semoga pembaca terbuka fikirannya sehingga tertarik untuk memaksimalkan pemanfaatan kekayaan alam kita dan memanfaatkan peluang usaha ternak ayam potong ini.

Counter

 

Sample text

Sample Text

Sample Text